<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Sudiyo</title>
	<atom:link href="http://sudiyo.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sudiyo.wordpress.com</link>
	<description>Personal Blog</description>
	<lastBuildDate>Fri, 09 Oct 2009 20:00:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='sudiyo.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/badf28faba927255754480922b839a07?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Sudiyo</title>
		<link>http://sudiyo.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://sudiyo.wordpress.com/osd.xml" title="Sudiyo" />
	<atom:link rel='hub' href='http://sudiyo.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Sekilas Sejarah Wayang Di Indonesia</title>
		<link>http://sudiyo.wordpress.com/2009/10/09/sekilas-sejarah-wayang-di-indonesia/</link>
		<comments>http://sudiyo.wordpress.com/2009/10/09/sekilas-sejarah-wayang-di-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Oct 2009 20:00:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sudiyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Wayang]]></category>
		<category><![CDATA[Sekilas Sejarah Wayang Di Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sudiyo.wordpress.com/?p=11</guid>
		<description><![CDATA[Wayang berasal dari kata wayangan yaitu sumber ilham dalam menggambar wujud tokoh dan cerita sehingga bisa tergambar jelas dalam batin si penggambar karena sumber aslinya telah hilang Pada awalnya, wayang adalah bagian dari kegiatan religi animisme menyembah &#8216;hyang&#8217;, itulah inti-nya dilakukan antara lain di saat-saat panenan atau taneman dalam bentuk upacara ruwatan, tingkeban, ataupun &#8216;merti [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sudiyo.wordpress.com&amp;blog=8449929&amp;post=11&amp;subd=sudiyo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Wayang berasal dari kata wayangan yaitu sumber ilham dalam menggambar wujud tokoh dan cerita sehingga bisa tergambar jelas dalam batin si penggambar karena sumber aslinya telah hilang</p>
<p>Pada awalnya, wayang adalah bagian dari kegiatan religi animisme menyembah &#8216;hyang&#8217;, itulah inti-nya dilakukan antara lain di saat-saat panenan atau taneman dalam bentuk upacara ruwatan, tingkeban, ataupun &#8216;merti desa&#8217;<br />
agar panen berhasil atau pun agar desa terhindar dari segala mala (masih ingat lakon &#8216;sudamala&#8217;, kan?)</p>
<p>Pada tahun (898 &#8211; 910) M wayang sudah menjadi wayang purwa namun tetap masih ditujukan untuk menyembah para sanghyang seperti yang tertulis dalam prasasti balitung sigaligi mawayang buat hyang, macarita bhima ya kumara<br />
(terjemahan kasaran-nya kira-kira begini :<br />
   menggelar wayang untuk para hyang<br />
   menceritakan tentang bima sang kumara)</p>
<p>Zaman mataram hindu ini, ramayana dari india berhasil dituliskan dalam bahasa jawa kuna (kawi)</p>
<p>Pada masa raja darmawangsa, 996 &#8211; 1042 M<br />
mahabharata yang berbahasa sansekerta delapan belas parwa dirakit menjadi sembilan parwa bahasa jawa kuna</p>
<p>Lalu arjuna wiwaha berhasil disusun oleh mpu kanwa di masa raja erlangga</p>
<p>Sampai di jaman kerajaan kediri dan raja jayabaya<br />
mpu sedah mulai menyusun serat bharatayuda<br />
yang lalu diselesaikan oleh mpu panuluh tak puas dengan itu saja, Mpu panuluh lalu menyusun serat hariwangsa dan kemudian serat gatutkacasraya</p>
<p>Menurut serat centhini, sang jayabaya lah yang memerintahkan menuliskan ke rontal (daun lontar, disusun seperti kerai, disatukan dengan tali) di jaman awal majapahit wayang digambar di kertas jawi (saya juga tidak tahu, apa arti &#8216;kertas jawi&#8217; ini ) dan sudah dilengkapi dengan berbagai hiasan pakaian</p>
<p>Masa-masa awal abad sepuluh bisa kita sebut sebagai globalisasi tahap satu ke tanah jawa<br />
kepercayaan animisme mulai digeser oleh pengaruh agama hindu yang membuat &#8216;naik&#8217;-nya pamor tokoh &#8216;dewa&#8217; yang kini &#8216;ditempatkan&#8217; berada di atas &#8216;hyang&#8217;</p>
<p>Abad duabelas sampai abad limabelas<br />
adalah masa &#8216;sekularisasi&#8217; wayang tahap satu<br />
dengan mulai disusunnya berbagai mithos yang mengagungkan para raja sebagai keturunan langsung para dewa</p>
<p>Abad limabelas adalah dimulainya globalisasi jawa tahap dua kini pengaruh budaya islam yang mulai meresap tanpa terasa dan pada awal abad keenambelas berdirilah kerajaan demak<br />
( 1500 &#8211; 1550 M )</p>
<p>Ternyata banyak kaidah wayang yang berbenturan dengan ajaran islam maka raden patah memerintahkan mengubah beberapa aturan wayang yang segera dilaksanakan oleh para wali secara gotongroyong wayang beber karya prabangkara (jaman majapahit) segera direka-ulang dibuat dari kulit kerbau yang ditipiskan (di wilayah kerajaan demak masa itu, sapi tidak boleh dipotong untuk menghormati penganut hindu yang masih banyak agar tidak terjadi kerusuhan berthema sara . . . )<br />
gambar dibuat menyamping, tangan dipanjangkan,<br />
digapit dengan penguat tanduk kerbau, dan disimping </p>
<p>Sunan bonang menyusun struktur dramatika-nya<br />
sunan prawata menambahkan tokoh raksasa dan kera dan juga menambahkan beberapa skenario cerita</p>
<p>Raden patah menambahkan tokoh gajah dan wayang prampogan</p>
<p>Sunan kalijaga mengubah sarana pertunjukan yang awalnya dari kayu kini terdiri dari batang pisang, blencong, kotak wayang, dan gunungan</p>
<p>Sunan kudus kebagian tugas men-dalang<br />
&#8216;suluk&#8217; masih tetap dipertahankan, dan ditambah dengan greget saut dan adha-adha</p>
<p>Pada masa sultan trenggana bentuk wayang semakin dipermanis lagi mata, mulut, dan telinga mulai ditatahkan (tadinya hanya digambarkan di kulit kerbau tipis)</p>
<p>Susuhunan ratu tunggal, pengganti sultan trenggana, tidak mau kalah dia ciptakan model mata liyepan dan thelengan (joan crawford pun mestinya bayar royalti pada dia, nih !)<br />
selain wayang purwa sang ratu juga memunculkan wayang gedhog yang hanya digelar di lingkungan dalam keraton saja<br />
Sementara untuk konsumsi rakyat jelata<br />
sunan bonang menyusun wayang damarwulan</p>
<p>Zaman kerajaan pajang memberikan ciri khas baru<br />
wayang gedhog dan wayang kulit mulai ditatah tiga dimensi (mulai ada lekukan pada tatahan)<br />
bentuk wayang semakin ditata :<br />
raja dan ratu memakai mahkota/topong<br />
rambut para satria mulai ditata, memakai praba<br />
dan juga mulai ditambahkan celana dan kain<br />
di jaman ini pula lah sunan kudus memperkenalkan wayang golek dari kayu, sedang sunan kalijaga menyusun wayang topeng dari kisah-kisah wayang gedog dengan demikian wayang gedog pun sudah mulai memasyarakat di luar keraton</p>
<p>Di masa mataram islam wayang semakin berkembang panembahan senapati menambahkan berbagai tokoh burung dan hewan hutan dan rambut wayang ditatah semakin halus</p>
<p>Sultan agung anyakrawati menambahkan unsur gerak pada wayang kulit pundak, siku, dan pergelangan wayang mulai diberi sendi<br />
posisi tangan berbentuk &#8216;nyempurit&#8217; dengan adanya inovasi ini muncul pula tokoh baru :<br />
cakil, tokoh raksasa bertubuh ramping yang sangat gesit dan cekatan </p>
<p>Sultan agung anyakrakusuma, pengganti beliau, ikut menyumbang bentuk mata semakin diperbanyak dan pada beberapa tokoh dibuat beberapa wanda (bentuk)<br />
setelah semua selesai dilaksanakan, diciptakan seorang tokoh baru raksasa berambut merah bertaji seperti kuku<br />
yang akhirnya disebut &#8216;buta prapatan&#8217; atau &#8216;buta rambutgeni&#8217;<br />
   (catatan hms :<br />
    mungkinkah ini ada kaitannya<br />
    dengan berdirinya voc di tahun 1602 ? )</p>
<p>berbagai inovasi dan reka-ulang wayang masih terus berlangsung<br />
dari jaman mataram islam sampai jaman sekarang<br />
a.l. dengan munculnya ide-ide &#8216;nyeleneh&#8217; para dhalang<br />
berbagai peralatan elektronis mulai ikut berperan<br />
dalam tata panggung maupun perangkat gamelan<br />
begitu pula dalam hal tata pakaian yang dikenakan<br />
oleh ki dhalang, pesinden, maupun para juru karawitan</p>
<p>dalam hal skenario-nya pun senantiasa ada pergeseran<br />
sehingga kini sudah semakin sulit dihakimi<br />
mana yang cerita &#8216;pakem&#8217; dan mana &#8216;carangan&#8217;<br />
(cerita tentang asal-usul semar, misalnya,<br />
ada beberapa versi yang semuanya layak untuk dipelajari )<br />
tapi siapa sih yang bisa disebut &#8216;berwenang menghakimi&#8217; ?</p>
<p>Walau demikian, garis besar struktur dramatika-nya agaknya relatif tetap<br />
pathet nem, pathet sanga, lalu pathet manyura<br />
relatif standar dan tetap seperti juga mengenai inti filsafatnya sendiri :<br />
wayang adalah perlambang kehidupan kita sehari-hari</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sudiyo.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sudiyo.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sudiyo.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sudiyo.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sudiyo.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sudiyo.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sudiyo.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sudiyo.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sudiyo.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sudiyo.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sudiyo.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sudiyo.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sudiyo.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sudiyo.wordpress.com/11/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sudiyo.wordpress.com&amp;blog=8449929&amp;post=11&amp;subd=sudiyo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sudiyo.wordpress.com/2009/10/09/sekilas-sejarah-wayang-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cc050efb849510c1fc2ab9bd288b5b7c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sudiyo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>September Kelabu</title>
		<link>http://sudiyo.wordpress.com/2009/09/03/september-kelabu/</link>
		<comments>http://sudiyo.wordpress.com/2009/09/03/september-kelabu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Sep 2009 13:44:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sudiyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Gempa Jabar]]></category>
		<category><![CDATA[September Kelabu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sudiyo.wordpress.com/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[Penderitaan seolah tidak pernah lepas dari kehidupan rakyat indonesia. Bencana ini datang menerpa saat rakyat indonesia berhadapan dengan kemiskinan dan krisis berkepanjangan. Ini tentu menambah beban hidup rakyat yang mayoritas berpenghasilan rendah dan hidup sangat memprihatinkan. Bertepatan dengan bulan Ramadhan, pada tanggal 2 September 2009 Rakyat Indonesia kembali dirundung duka. Gempa dasyat berkekuatan 7,3 Skala [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sudiyo.wordpress.com&amp;blog=8449929&amp;post=4&amp;subd=sudiyo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Penderitaan seolah tidak pernah lepas dari kehidupan rakyat indonesia. Bencana ini datang menerpa saat rakyat indonesia berhadapan dengan kemiskinan dan krisis berkepanjangan. Ini tentu menambah beban hidup rakyat yang mayoritas berpenghasilan rendah dan hidup sangat memprihatinkan.</p>
<p>Bertepatan dengan bulan Ramadhan, pada tanggal 2 September 2009 Rakyat Indonesia kembali dirundung duka. Gempa dasyat berkekuatan 7,3 Skala richter mengguncang Jawabarat dan sekitarnya. Gempa diprediksi berpusat di barat daya Tasikmalaya dengan kedalaman 30 Kilometer.</p>
<p><img class="alignnone" style="margin:2px;" title="darurat1" src="http://solidaritasgempa.files.wordpress.com/2009/09/darurat1.jpg?w=364&#038;h=195&#038;h=195" alt="darurat1" width="364" height="195" /></p>
<p>Korban berjatuhan, mulai dari korban harta benda, tempat tinggal, sampai korban nyawa sanak saudara. Sampai pagi ini 3 september 2009, sudah dipastikan 44 orang yang meninggal dunia dan ratusan lainnya belum bisa dipastikan nasibnya. Ratusan orang luka-luka, 17.000 rumah rusak, banyak sekolah dan fasilitas umum yang rusak. Sampai saat ini sebanyak 5630 orang terpaksa mengungsi.</p>
<p>Indonesia memang rawan gempa karena merupakan kepulauan tempat bertemuanya dua lempeng benua. Selain itu di Indonesia terdapat pegunungan berapi dengan pergerakan vulkanis tinggi. Hal ini diperparah dengan perusakan dan eksploitasi alam Indonesia baik yang di permukaan maupun di Perut Bumi.</p>
<p>Korban semakin banyak karena alam yang rusak dan kondisi kemiskinan rakyat yang tinggal di rumah seadanya dengan fasilitas umum yang buruk.<br />
Tidak ada banyak kata yang bisa kita ucapkan selain AYO SATUKAN TENAGA BANTU RAKYAT korban gempa Jawabarat dan sekitarnya. Setiap penderitaan rakyat akan kita ubah jadi kebangkitan rakyat dengan solidaritas tanpa pamrih.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sudiyo.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sudiyo.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sudiyo.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sudiyo.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sudiyo.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sudiyo.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sudiyo.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sudiyo.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sudiyo.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sudiyo.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sudiyo.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sudiyo.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sudiyo.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sudiyo.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sudiyo.wordpress.com&amp;blog=8449929&amp;post=4&amp;subd=sudiyo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sudiyo.wordpress.com/2009/09/03/september-kelabu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cc050efb849510c1fc2ab9bd288b5b7c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sudiyo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://solidaritasgempa.files.wordpress.com/2009/09/darurat1.jpg?w=235&#38;h=195" medium="image">
			<media:title type="html">darurat1</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
